I pray for you, friend..................
Semalem gw menerima sms dari seorang teman lama, dia mengabarkan bahwa seorang temen dekatku dulu saat smp sampe smu telah memiliki momongan... yah sepintas ini nampak sebuah kabar baik, tapi ujung beritanya membuat kabar baik itu berubah 180 derajat. Yah Dia, sebut saja D, terpaksa menikah karena "kecelakan"... Astaghfirullah...
Yah... gw kaget banget menerima sms ini, karena gw ga nyangka itu bisa terjadi padanya..........
-----------------------------------------------------------------------------------------------
(flashback)
Dulu saat SMP gw punya sempet "dijodohin" temen2 gw sama D, tapi ga pernah jadi karena gw ga pernah menyukainya, meskipun denger2 sih dia bener2 suka sama gw. Tapi ntah knapa saat kelas 3 smp gw mulai menyukainya, tapi tetap aja gw ga pernah jadian sama dia karena gw ga pernah menyatakan perasaanku padanya, sampai saat SMU, ternyata gw masih satu sekolah dengannya, dan dia sudah menjadi cewek teman smpku juga. Sejujurnya gw ga suka melihat dia jadian sama si D, bukan karena gw juga suka D, tapi gw tau bagaimana buruknya sifat D, pergaulannya, dan lain sebagainya. Tapi meskipun demikian gw tetep aja ga bisa ikut campur urusan mereka, gw ga punya hak apa2 terhadap hubungan mereka, jadi tetap kusimpan perasaan ini sampai lulus SMU, dan gw terpisah dengannya karena kami kuliah di kota yang berbeda.
Satu tahun setelah terpisah, gw ketemu lagi dengan dia pada saat liburan kuliah gw pulang kampung. Banyak yang berubah gw liat, makin cantik, dan manis, apalagi ditambah sekarang dia memakai kerudung. Waktu itu kami ketemu di jalan, dan dia mengajak gw ke rumahnya. Gw yang saat itu emang ga ada keperluan apa2 mau aja diajaknya. Saat pertemuan itu dia banyak bercerita mengenai banyak hal, termasuk hubungannya dengan pacarnya dulu yang berantakan, dan perasaannya terhadap gw. Dan pada saat itu pula, gw mengatakan kalo dulu gw juga punya perasaan yang sama tapi ga bisa kuungkapkan karena saat itu dia sudah jadian sama orang lain. yah, mungkin bukan jodohnya.
"Kalo sekarang gimana?" pertanyaan itu muncul darinya, yang membuat gw ga bisa menjawab apa2. Sejujurnya, gw masih punya perasaan itu, tapi gw ga berani mengambil satu keputusan yang menurut gw tidak bisa diputuskan dengan sebegitu mudahnya. Jadi gw cuman bisa menjawab "mari kita pikirkan dulu benar2 sebelum kita memutuskan satu hal ini, sementara sampai dapat keputusan yang matang itu mari kita jalani aja hidup kita masing2, dan kapanpun kamu mau curhat ato butuh bantuanku apa aja kamu bisa bilang kapan aja, insya Allah aku siap membantumu. Kalo kita jodoh pasti ketemu.."
Satu bulan setelah itu, akhirnya gw memutuskan untuk menerimanya. Dua bulan selanjutnya gw jalani "long distance love". hanya dengan sms dan seminggu atau dua minggu sekali telfon kami saling berhubungan. Bagi gw ga ada masalah, karena gw memiliki filosofi kalo gw mencintai orang berarti gw harus mempercayai dia dan selalu berprasangka baik terhadapnya....
Segalanya berhenti setelah tiga bulan, tiba2 aja hubungan gw terputus, gw ga bisa menghubungi HPnya, kostnyapun pindah.. Yah, gw cuman bisa pasrah saat itu. Suatu saat gw menerima kabar bahwa dia balik lagi sama cowoknya yang dulu. Saat itu gw setengah percaya setengah tidak. Kesibukan gw kuliah di FK membuat gw tidak terlalu memusingkan masalah ini....
Liburan semester selanjutnya gw ke rumahnya, dan beruntung gw bisa ketemu dengannya. Dan saat kutanyakan kabar yang gw denger dia tidak memberikan jawaban yang memuaskanku, namun kemudian cowoknya yang dulu datang juga ke rumahnya, dan bagi gw itu sudah menjelaskan semuanya. Dan diapun tidak menyangkalnya... "hmm.. aku lebih suka kejujuran. jadi kalo emang kamu sekarang kembali sama dia, bilang aja sama. aku bisa menerima kok. kalo masalah sakit hati sih aku udah terbiasa.. Tapi tenang aja, aku tetap aja bisa kamu andalkan sebagai teman baikmu, kapanpun kamu butuh bantuanku, bilang aja... "
Sejak saat itu, aku tetap berteman baik dengannya, tanpa ada dendam sedikitpun, meskipun sejujurnya aku merasa disakiti...
------------------------------------------------------------------------------------------------
Kembali lagi dari lamunan.........
Yah, gw kaget mendengar kabar itu. Gw sedih mendengar kabar dia "married b'coz accident". Dan lebih sedih lagi dia menikah dengan cowok yang benar2 ga gw suka. Bukan hanya gw, banyak teman2 kami yang ga suka dengan hubungannya.. Pernikahannya pun dilangsungkan di luar kota tanpa dihadiri teman2nya..
Gw hanya bisa berharap dan berdoa semoga dia bisa berbahagia dengan cowok pilihannya, dan pernikahannya bisa langgeng, semoga cowoknya (eh, suaminya) sudah menjadi seorang yang baik, yah pokoknya semua bisa berbahagia deh... I pray for you, friend................
Yah... gw kaget banget menerima sms ini, karena gw ga nyangka itu bisa terjadi padanya..........
-----------------------------------------------------------------------------------------------
(flashback)
Dulu saat SMP gw punya sempet "dijodohin" temen2 gw sama D, tapi ga pernah jadi karena gw ga pernah menyukainya, meskipun denger2 sih dia bener2 suka sama gw. Tapi ntah knapa saat kelas 3 smp gw mulai menyukainya, tapi tetap aja gw ga pernah jadian sama dia karena gw ga pernah menyatakan perasaanku padanya, sampai saat SMU, ternyata gw masih satu sekolah dengannya, dan dia sudah menjadi cewek teman smpku juga. Sejujurnya gw ga suka melihat dia jadian sama si D, bukan karena gw juga suka D, tapi gw tau bagaimana buruknya sifat D, pergaulannya, dan lain sebagainya. Tapi meskipun demikian gw tetep aja ga bisa ikut campur urusan mereka, gw ga punya hak apa2 terhadap hubungan mereka, jadi tetap kusimpan perasaan ini sampai lulus SMU, dan gw terpisah dengannya karena kami kuliah di kota yang berbeda.
Satu tahun setelah terpisah, gw ketemu lagi dengan dia pada saat liburan kuliah gw pulang kampung. Banyak yang berubah gw liat, makin cantik, dan manis, apalagi ditambah sekarang dia memakai kerudung. Waktu itu kami ketemu di jalan, dan dia mengajak gw ke rumahnya. Gw yang saat itu emang ga ada keperluan apa2 mau aja diajaknya. Saat pertemuan itu dia banyak bercerita mengenai banyak hal, termasuk hubungannya dengan pacarnya dulu yang berantakan, dan perasaannya terhadap gw. Dan pada saat itu pula, gw mengatakan kalo dulu gw juga punya perasaan yang sama tapi ga bisa kuungkapkan karena saat itu dia sudah jadian sama orang lain. yah, mungkin bukan jodohnya.
"Kalo sekarang gimana?" pertanyaan itu muncul darinya, yang membuat gw ga bisa menjawab apa2. Sejujurnya, gw masih punya perasaan itu, tapi gw ga berani mengambil satu keputusan yang menurut gw tidak bisa diputuskan dengan sebegitu mudahnya. Jadi gw cuman bisa menjawab "mari kita pikirkan dulu benar2 sebelum kita memutuskan satu hal ini, sementara sampai dapat keputusan yang matang itu mari kita jalani aja hidup kita masing2, dan kapanpun kamu mau curhat ato butuh bantuanku apa aja kamu bisa bilang kapan aja, insya Allah aku siap membantumu. Kalo kita jodoh pasti ketemu.."
Satu bulan setelah itu, akhirnya gw memutuskan untuk menerimanya. Dua bulan selanjutnya gw jalani "long distance love". hanya dengan sms dan seminggu atau dua minggu sekali telfon kami saling berhubungan. Bagi gw ga ada masalah, karena gw memiliki filosofi kalo gw mencintai orang berarti gw harus mempercayai dia dan selalu berprasangka baik terhadapnya....
Segalanya berhenti setelah tiga bulan, tiba2 aja hubungan gw terputus, gw ga bisa menghubungi HPnya, kostnyapun pindah.. Yah, gw cuman bisa pasrah saat itu. Suatu saat gw menerima kabar bahwa dia balik lagi sama cowoknya yang dulu. Saat itu gw setengah percaya setengah tidak. Kesibukan gw kuliah di FK membuat gw tidak terlalu memusingkan masalah ini....
Liburan semester selanjutnya gw ke rumahnya, dan beruntung gw bisa ketemu dengannya. Dan saat kutanyakan kabar yang gw denger dia tidak memberikan jawaban yang memuaskanku, namun kemudian cowoknya yang dulu datang juga ke rumahnya, dan bagi gw itu sudah menjelaskan semuanya. Dan diapun tidak menyangkalnya... "hmm.. aku lebih suka kejujuran. jadi kalo emang kamu sekarang kembali sama dia, bilang aja sama. aku bisa menerima kok. kalo masalah sakit hati sih aku udah terbiasa.. Tapi tenang aja, aku tetap aja bisa kamu andalkan sebagai teman baikmu, kapanpun kamu butuh bantuanku, bilang aja... "
Sejak saat itu, aku tetap berteman baik dengannya, tanpa ada dendam sedikitpun, meskipun sejujurnya aku merasa disakiti...
------------------------------------------------------------------------------------------------
Kembali lagi dari lamunan.........
Yah, gw kaget mendengar kabar itu. Gw sedih mendengar kabar dia "married b'coz accident". Dan lebih sedih lagi dia menikah dengan cowok yang benar2 ga gw suka. Bukan hanya gw, banyak teman2 kami yang ga suka dengan hubungannya.. Pernikahannya pun dilangsungkan di luar kota tanpa dihadiri teman2nya..
Gw hanya bisa berharap dan berdoa semoga dia bisa berbahagia dengan cowok pilihannya, dan pernikahannya bisa langgeng, semoga cowoknya (eh, suaminya) sudah menjadi seorang yang baik, yah pokoknya semua bisa berbahagia deh... I pray for you, friend................
